Minggu, 08 Maret 2020

Bunga-Bunga Dalam Filosofi Jawa

Bunga-Bunga Dalam Filosofi Jawa

Bunga KENANGA

Bunga Kenanga dalam Filosofi Bunga-Bunga Nusantara..
Bagi masyarakat Kejawen Jawa Timur,KENANGA = KENA (terkena) NGApuro = permaafan Arti luas nya : diterima nya permintaan maaf kita, baik saat nyekar/Ziarah Kubur sbg tanda kita meminta maaf pada Almarhum/mah di pusara nya



Kenanga adalah bunga dasar (utama) dalam kegiatan untuk acara :

  1. Pengantin
  2. Lahiran (untuk tabur Ari Ari)
  3. Kematian (mulai hiasan keranda sampai tabur di pusara nya)
  4. Untuk selamatan nujuh bulanan juga sebagai andalan sarana prosesi puter giling via media kartu ceki/lintrik

Saat pengantin adat Jawa mengenakan roncean buntal dari bunga pun memaknakan permintaan maaf dan memohon ijin pada orang tua dan mertua untuk memulai dan menjalani kehidupan baru Pada kelahiran pun kenanga memaknakan permintaan maaf pada Alam semesta atas hadirnya manusia baru
Yang akan turut numpang hidup diatas bumi, disamping itu juga jika dipergunakan sebagai media puter giling juga bermakna meminta ijin dan maaf pada Tuhan agar diberikan Ridla dalam mendapatkan kekasih yg di inginkan nya untuk di Cintai selama hidup dalam mahligai Rumah tangga

Kembang telon (bunga 3 rupa)

Bunga kenanga selalu turut serta sebagai sarana utama.. Kegunaan nya :

  1. mendapatkan jodoh
  2. selamatan setelah mimpi buruk
  3. untuk obat penawar sebuah permusuhan
  4. untuk buang sial setelah mengalami naas (terserempet) dan dibuang di perempatan




Kembang/ Bunga KANTIL

KANti gemanTIL = Kanti (sampai) gemantil (lengket) ada kantil putih dan kantil kuning (bunga sejodon) Biasanya Dipakai Sebagai sarana ritual mengiringi kepentingan doa untuk permintaan mendapatkan jodoh.. Sampai lengket dipisahkan oleh maut


KEMBANG KANTIL Juga sebagai bahan dasar untuk prosesi kelahiran (ditabur diatas Ari") Pernikahan (pengantin) Juga untuk bunga rangkaian (ronce) yg ditaruh di atas keranda, diatas pusara juga untuk sarana prosesi banyak kepentingan sesaji/sesajen/sajen ..


Bunga Sedap Malam (Jawa Sundel)

SUNDEL : SUNaryaning (Sinarnya) DELamakan : telapak kedua tangan dan kaki.. Filosofi nya menjaga kedua kaki berpijak di bumi ini pada langkah yang lurus, Bersalaman menautkan telapak tangan pada sesama sebagai salam silaturrahim dan mengerjakan-
Segala pekerjaan saling bahu membahu.. Bergandengan tangan tanpa pamrih pada golongan dan strata apapun.. Menjaga persaudaraan adalah tanda Budi pekerti yang membawa harum nama kita, Memikul nama baik serta didikan orang tua kita yg ikut pula harum namanya..



Bunga Mawar merah

(Jawa : Regulo) REGULO = REGaning : Harganya lULO : sebatang kara Filosofi nya Menyadari manusia lahir ke dunia ini sendiri an dan mati pun juga akan sendirian.. Membutuhkan pasangan untuk melengkapi dalam kehidupan nya.. Merah (Jawa : Abang) = punya Nyali


Mawar Putih (Regulo Putih)..

Filosofi nya dalam Kejawen Keluasan hati, ilmu, keahlian dan pengalaman Adalah bagian dari Amal kebaikan dan menularkan ilmu yg bermanfaat.. Bunga mawar putih dipakai dalam segala prosesi serta upacara adat tradisi baik kelahiran, nikah s/d kematian



Wisata Pasar Tradisional Dengan Alat Tukar Batok Kelapa

Wisata Pasar Tradisional Dengan Alat Tukar Batok Kelapa



Pasar tradisional, tentunya masyarakat indonesia sudah tidak asing dengan pasar tradisional, namun bagaimana pasar tradisional yang menggunakan batok kelapa sebagai nilai tukar? Pasar tradisional yang terletak di dalam hutan besiar, Pasar Kumandang Bongkotan Desa Bojasari Kec Kertek Kab Wonosobo. Soal kuliner jangan ditanya, makanan tradisional banget! dari, Wajik, Ketan, Srundeng, Nasi jagung. Joss lah soal kuliner!

Makanan Tradisional.

Tentu saja sesuai dengan namanya, di pasar ini kita menggunakan alat tukar, atau uang dengan menggunakan batok kelapa sebagai alat nilai jual beli, tidak usah panik disana anda dapat menukarkan uang anda. 

Tempat penukaran uang dengan batok kelapa.

 Bahkan disana juga diwajibkan untuk menggunakan bahasa Jawa.  Dengan konsep zero waste alias tanpa plastik wadah makannya di suguhi dengan menggunakan godong gedang atau wadah dari batok kelapa pokonya joss laahh makanan ndeso yang kereenn banget dan warganya disini sangat ramah. 


Untuk hari buka, pasar ini hanya dibuka pada hari minggu dan tutup sampai jam 2 siang.
Kalo ke wonosobo mampir kesini ya backpacker!